Rabu, 16 Desember 2015

FEATURE WISATA - UJIAN AKHIR PENGHANTAR JURNALISTIK



Pusaka Negara Dam Nan Membekas di Tanah Air Tercinta

Ia bukanlah Pegunungan Alpen di Eropa, namun pesona yang dimiliki nya mampu memberi kenyamanan hati seseorang yang dekat dengan nya, udaranya yang masih murni tak bercampur dengan polusi dan pencemaran asap industri, membuat dirinya begitu dicintai oleh penduduk lokal maupun luar kota. Siapa sangka, letaknya pun didepan mata ibu kota Negara kita, yang kita kenal sebagai kota yang mustahil untuk kita menghirup udara segar. Ia adalah Taman Rekreasi Selabintana yang terletak di kota Sukabumi.
Taman Rekreasi Selabintana adalah salah satu keindahan alam yang masyhur pesona keindahannya, Ia terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango yang ketinggiannya mencapai 584 m diatas permukaan laut, ia menyajikan suasana hijau sehingga akan membuat siapapun yang berkunjung merasa nyaman dan tidak ingin meninggalkan nya.
Gemuruh aktivitas masyarakat dan teriakan supir angkutan kota memanggil-manggil calon penumpang, itulah sambutan yang terdengar saat saya dan seorang teman saya menginjakan kaki di pusat kota Mandiri. Teriknya matahari yang mencoba menjatuhkan semangat perjalanan kami, saya pun tak pantang menyerah untuk meneruskan perjalanan panjang dengan angkutan kota menuju Taman Rekreasi Selabintana, perjalanan yang menanjak tidak menjadikan sebuah problematis supir angkutan untuk mengantarkan penumpangnya hingga ke tujuan akhir yaitu taman rekreasi Selabintana. Pandangan gelak tawa dan canda anak-anak sekitar mewarnai perjalanan meletihkan itu. Rasa tak sabar pun semakin berkobar-kobar tatkala saya hampir sampai ke Taman Rekreasi Selabintana.
Akhirnya, perjalanan yang meletihkan itu terbayar dengan udara yang begitu sejuk dan sajian pohon tinggi di setiap sisi pintu masuk Taman Rekreasi Selabintana. Saya berjalan dengan penuh penasaran dengan segala keindahan yang dimikili taman wisata nan mempesona itu, sebelumnya saya menghampiri loket dan ketika itu kami langsung disambut dengan senyuman bersahabat oleh seorang penjaga loket, taman rekreasi itu sudah di padati pengunjung sejak jam 10 pagi. Dan dengan hanya membayar Rp 5000.- saja setiap pengunjung yang berjalan kaki sudah dapat berjalan-jalan di seluruh kawasan taman yang sangat memanjakan pengunjung nya dengan kesejukan udara yang masih natural. Ketika masuk kedalam kawasan taman saya pun langsung di manjakan dengan pemandangan bangunan Hotel Selabintana yang berdiri kokoh dengan warnanya yang begitu suci. Namun tak sampai 15 menit kami masuk ke dalam kawasan taman itu, cuaca yang sebelumnya terang-benderang dengan awan yang indah menghiasi langit biru, kini mulai berubah menjadi langit yang gelap karena munculnya awan hitam disertai suara cemeti malaikat yang sudah memperingati bahwa akan turun hujan, sesaat itu langit yang kelam mulai meneteskan rintik-rintik air sehingga saya pun berteduh di bangunan yang terlihat malang-melintang yang sepertinya bangunan yang sudah lama tak terpakai di belakang hotel. Hujan deras telah merubah panorama pepohonan menjadi tak begitu jelas terlihat akibat kabut-kabut yang menyelimuti kawasan taman, obroloan-obrolan yang menyanjung tentang ke indahan kawasan taman adalah cara saya untuk  menunggu hujan sampai mereda. Tak berapa lama hujan pun mereda dan kabut-kabut yang menyembunyikan keindahan panorama pepohonan dengan perlahan menghilang, saya pun bergegas melanjutkan perjalanan untuk sampai kepuncak taman tersebut, sekitar 30 meter dari tempat berteduh. Saya pun dikejutkan dengan pemandangan padang rumput luas yang dihiasi oleh barisan pohon pinus disisi padang rumput itu, dan tidak jauh dari padang rumput nan elok dipandang itu, terlihat sebuah pendopo tua yang dipenuhi oleh pengunjung juga para pedagang yang biasa terlihat ditempat-tempat wisata pada umum nya, saya pun menghampiri pendopo untuk beristirahat sejenak, kemudian terdengar suara tawa dan kebahagiaan para pengunjung yang menenteramkan hati, suasana yang riang dan cuaca yang semakin dingin membuat tubuh saya kaku kedinginan sehingga saya membeli satu cangkir teh panas untuk menghangatkan kembali tubuh saya.

Setelah beristirahat dan menikmati satu cangkir teh panas saya pun melanjutkan perjalanan hingga ke puncak taman wisata itu, perjalanan saya pun di iringi dengan hembusan angin yang menyejukkan kalbu serta pemandangan padang rumput dan pohon-pohon yang seperti menuntun semangat perjalanan saya agar mencapai ke puncak dengan segera, sekitar 100 meter dari pendopo saya pun sampai ke puncak Taman Rekreasi Selabintana. Dan sesampainya dipuncak taman, alangkah terkejut nya saya hingga tak bisa berkata-kata karena keindahan alam nan menakjubkan itu ternyata ada di Tanah Air tercinta kita yaitu Indonesia, ini adalah salah satu bukti nyata yang saya lihat bahwa Negara kita itu sangat kaya akan keindahan alamnya, dari puncak taman itu terlihat sangat jelas Gunung yang menjulang tinggi dengan dihiasi kebun teh yang membentang disetiap sisi lereng gunung nan mempesona. Tak ingin menyia-nyia kan kesempatan emas ini, saya langsung mengabadikan panorama yang sangat memanjakan mata yang melihatnya, dan setelah beberapa lama saya berada dan menikmati panorama hijau yang membentang dengan gunung yang tinggi menjulang dari puncak taman.
Saya pun penasaran dan bertanya kepada salah satu pengunjung tentang apa yang ia rasakan saat berada di taman rekreasi ini, ia menjawab dengan riang gembira jika tempat ini sangat mempesona dan membuat kenyamanan tersendiri karena menurutnya pengelolaan ditempat ini pun sangat terjaga keamanannya. Setelah bertanya dengan pengunjung, pandangan saya langsung tertuju pada seorang pedagang yang terlihat setia menunggu pembeli di area puncak taman, kemudian saya menghampiri nya untuk sedikit bertanya, ia adalah seorang pedagang bakso, dan sudah berjualan bakso selama 8 tahun, dengan adanya taman wisata ini membuat penghasilannya sedikit meningkat dibanding kan dengan hanya berjualan di sekolah-sekolah. Rasa kekaguman saya dengan taman yang sangat kaya akan ke indahan alamnya dan memiliki lingkungan yang sejuk, membuat saya penasaran juga tentang sedikit sejarah tentang terbentuk nya Taman Rekreasi Selabintana. Dan yang saya sedikit tahu sejarah singkat dari pihak pengelola taman tentang sejarah taman ini. Selabintana ini ternyata ditemukan oleh seorang berkebangsaan Belanda, bernama AAE Lenne (1853-1916) dan pada masa pemerintahan Belanda, Sukabumi di jadikan sebagai pusat perkantoran untuk mengurus perkebunan yang tersebar di beberapa tempat. Karena letak perkantoran nya yang sangat disukai oleh petinggi perusahaan perkebunan tersebut, maka Lenne sang pendiri mengubah perkantoran itu menjadi sebuah hotel yang bernama Hotel Selabintana, dan pada tahun 1924 Lenne mewariskan Hotel Selabintana kepada anaknya yang bernama GE Lene (1897 – 1976). GE Lene kemudian mengangkat Losbakker kebangsaan Belanda untuk mengelola Hotel Selabintana, dan berkat hasil pengelolaannya Bakker berhasil meninggkatkan kunjungan warga Belanda ke Selabintana. Selabintana yang dahulu di dirikan oleh kebangsaan Belanda kini sudah sepenuhnya dimiliki oleh Tanah Air tercinta, maka sudah seharuhnya kita memelihara dan melestarikan keindahan alam yang kita miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar