Senin, 26 Februari 2018

Tolak Perluasan Pasal Perzinahan



Ide                         : Pasal Perzinahan
Peg                        : MK menolak perluasan pasal perzinahan
Tema                     : Perluasan Pasal Perzinahan tidak membuat kaum LGBT khawatir
Pendahuluan   : apakah ruang privasi masih ada pada saat ini?
                          Bagaimana dengan kaum LGBT dengan adanya perluasan pasal perzinahan?
                          Institusi apa yang menolak pasal perluasan Perzinahan?
 Kalimat Topik    : Perzinahan dilingkungan remaja dan orang yang tidak terikat pernikahan, dalam pasal juga tidak memberatkan kaum LGBT karena tidak tertulis dalam pasal tersebut sesama jenis dalam satu ruangan dapat dipenjarakan atau dihukum sesuai dengan perluasan pasal tersebut.

                Pezinahan kerap terjadi dikalangan remaja hingga dewasa yang belum memiliki status suami istri, tindakan perzinahan memang tidak terpuji, tetapi seseorang harus memiliki ruang privasi untuk melakukan suatu aktivitas yang tidak perlu orang lain ketahui. Perluasan pasal perzinahan akan menghancurkan ruang privasi seseorang yang memiliki kepentingan pribadi yang dikait-kaitkan dengan perzinahan, seorang pria dan wanita yang memiliki kepentingan dan diharuskan menyewa ruang hotel untuk mendiskusikan sebuah masalah yang tidak ingin diketahui orang lain.
                Perluasan pasal ini akan menghancurkan kepentingan dengan kasus yang serupa, tidak setiap pria dan wanita dalam satu ruangan itu pasti melakukan zinah, dengan adanya pasal ini akan dikhawatirkan memicu persekusi warga yang menggrebek pria dan wanita dalam satu ruang. Perluasan pasal perzinahan ini juga merujuk pada pria dan wanita yang berada dalam satu ruangan, hal ini tidak memengaruhi kaum LGBT karena tidak dikhawatirkan  untuk kaum LGBT yang menyewa satu ruangan untuk berzinah, dalam perluasan pasal tersebut tidak mengarah kepada perzinahan yang dilakukan oleh sesama jenis.          
                 Perluasan pasal ini menurut saya tidak efektif karena tidak dapat dibuktikan juga bahwa seorang pria dan wanita dalam satu ruangan pasti melakukan seks. Dan jika pria dan wanita melakukan seks dalam satu ruangan dengan status yang belum menikah tidak akan merugikan orang lain, tindakan itu hanya melanggar etika dan etiket, jika kedua orang yang belum memiliki status pernikahan lalu melakukan seks berarti orang itu telah melanggar etika bukan merugikan orang lain. Perkembangan pasal ini turut mengundang perhatian masyarakat, termasuk MK yang menolak perluasan pasal ini, dapat dilihat (MK Menolak Perluasan Pasal Perzinahan)

Senin, 12 Februari 2018

6PIK4_OnlineMedia_Tugas4



Penyerangan Gereja

Post 1
            UBM News - Minggu (11/2/2018) pukul 7.30WIB terjadi aksi penyerangan pada aktivitas misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, di Jalan Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Post  2
            UBM News - Minggu (11/2/2018) pukul 7.30WIB terjadi aksi penyerangan pada aktivitas misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, di Jalan Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
            Menurut saksi dari jemaat, pelaku tiba-tiba masuk dan meyerang gereja pada aktivitas ibadah misa dengan menyabet menggunakan senjata tajam kebeberapa jemaat termasuk romo yang sedang memimpin ibadah. "Status pelaku dari identitasnya mahasiswa, tapi sekali lagi kondisi pelaku belum stabil belum bisa kita mintai lebih dalam, termasuk tempat tinggal pelaku," kata Brigjen Ahmad Dofiri.

Post 3
            UBM News - Minggu (11/2/2018) pukul 7.30WIB terjadi aksi penyerangan pada aktivitas misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, di Jalan Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
            Pelaku masuk dan meyerang gereja pada aktivitas ibadah misa dengan menyabet menggunakan senjata tajam kebeberapa jemaat termasuk romo yang sedang memimpin ibadah. Pelaku bernama Suliono "Status pelaku dari identitasnya mahasiswa, tapi sekali lagi kondisi pelaku belum stabil belum bisa kita mintai lebih dalam, termasuk tempat tinggal pelaku," kata Brigjen Ahmad Dofiri.
            Penyebab penyerangan masih belum diketahui, pelaku di kenal sebagai orang yang baik dan ramah. “Suliono masa itu setiap ada acara keagamaan di Desa Kandangan dan Desa Sarongan, selalu menjadi pembaca kitab suci Al Quran (Qori) karena suaranya bagus. Semasa kecil, dia pernah menuntut ilmu di Taman Pendidikan Al Quran Baitussalam dan dilanjutkan ke pendidikan di SD Negeri Kandangan 5, dan di SMP Negeri 1 Pesanggaran,” ujar Ketua Majelis Takmir Masjid

Post 4
            UBM News ­-  Minggu (11/2/2018) pukul 7.30WIB terjadi aksi penyerangan pada aktivitas misa di Gereja Santa Lidwina Bedog, di Jalan Jambon, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
            Pelaku masuk dan meyerang gereja pada aktivitas ibadah misa dengan menyabet menggunakan senjata tajam kebeberapa jemaat termasuk romo yang sedang memimpin ibadah. Pelaku bernama Suliono "Status pelaku dari identitasnya mahasiswa, tapi sekali lagi kondisi pelaku belum stabil belum bisa kita mintai lebih dalam, termasuk tempat tinggal pelaku," kata Brigjen Ahmad Dofiri.
            Penyebab penyerangan masih belum diketahui, pelaku di kenal sebagai orang yang baik dan ramah. “Suliono masa itu setiap ada acara keagamaan di Desa Kandangan dan Desa Sarongan, selalu menjadi pembaca kitab suci Al Quran (Qori) karena suaranya bagus. Semasa kecil, dia pernah menuntut ilmu di Taman Pendidikan Al Quran Baitussalam dan dilanjutkan ke pendidikan di SD Negeri Kandangan 5, dan di SMP Negeri 1 Pesanggaran,” ujar Ketua Majelis Takmir Masjid.
            Peristiwa penyerangan tersebut telah melukai 5 korban dengan luka yang parah, korban diketahui :
1.      Romo Prier
2.      Martinus Parmadi Subiantoro
3.      Aiptu Munir
4.      Yohanes
5.      Murkarto

Korban telah ditangani oleh rumah sakit setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Senin, 05 Februari 2018

6PIK4_MediaOnline_tugas3

Jurnalis, Idealis, Kritis
        

        Rupa menawan nan membawa suasana hati ceria bagi siapa saja yang menatap nya, gaya bicara yang menyenangkan membuat pusat  perhatian kita tertuju pada nya, pakaian dengan gaya kemeja di teruskan dengan celana bahan dan sepatu pantofel yang dikenakan seakan-akan ingin menunjukan kewibawaan di balik jiwa yang menyenangkan. Ialah Silvanus Alvin, seorang yang lahir di Ibu Kota Tanah Air, tanggal 9 Oktober 1990. Berprofesi sebagai jurnalis membuat banyak kisah yang dapat membuka bayangan tentang lingkaran kehidupan dunia politik, olah raga, maupun isu kebudayaan yang sesungguhnya.
        
        Pada masa pendidikan, ia sudah menunjukan bakat sebagai seorang jurnalis pada saat menjalani kuliah semester 6 di Universitas Multi Media Nusantara, pada masa perkuliahannya ia selalu bertanya-tanya dan skeptis terhadap apa yang dilihat sehingga membuatnya merasa bahwa keadilan penting baginya.
        
        Mengkritisi soal fasilitas yang ada di kampus adalah tindakan yang tidak semua orang berani untuk melakukannya, tetapi Ia salah seorang yang ingin menunjukan bahwa memberi kritik adalah sebuah tindakan yang harus agar semua orang mendapat keadilan dari apa yang diberikan. Pendidikan S2 yang di dapat melalui program pemerintah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang membuatnya dapat berkuliah di University Of Leicester, Inggris. Banyak pengalaman yang dapat diberikan olehnya tentang seputaran lingkup jurnalistik, seperti yang Ia katakan bahwa ingin menjadi seorang jurnalis harus memahami syarat EDFAT (Entire, Detail, Frame, Angle, Time). Seorang jurnalis harus tahu betul tentang keseluruhan topik berita, kemudian detil dari isi berita, mempertimbangkan apa yang mungkin diberitakan dan apa yang tidak, mengupas berita dari sudut pandang yang unik, dan mempertimbangkan waktu untuk publikasi berita agar berita dapat efektif untuk dibaca oleh target. Selain itu, Ia memberikan saran sebagai seorang jurnalis harus membentuk banyak relasi, dapat menulis dengan cepat, dan berani bertanya untuk mendapat informasi yang dibutuhkan banyak orang.

 Devin Suandi
14150090

               
               

Rabu, 16 Desember 2015

FEATURE WISATA - UJIAN AKHIR PENGHANTAR JURNALISTIK



Pusaka Negara Dam Nan Membekas di Tanah Air Tercinta

Ia bukanlah Pegunungan Alpen di Eropa, namun pesona yang dimiliki nya mampu memberi kenyamanan hati seseorang yang dekat dengan nya, udaranya yang masih murni tak bercampur dengan polusi dan pencemaran asap industri, membuat dirinya begitu dicintai oleh penduduk lokal maupun luar kota. Siapa sangka, letaknya pun didepan mata ibu kota Negara kita, yang kita kenal sebagai kota yang mustahil untuk kita menghirup udara segar. Ia adalah Taman Rekreasi Selabintana yang terletak di kota Sukabumi.
Taman Rekreasi Selabintana adalah salah satu keindahan alam yang masyhur pesona keindahannya, Ia terletak di kaki Gunung Gede dan Pangrango yang ketinggiannya mencapai 584 m diatas permukaan laut, ia menyajikan suasana hijau sehingga akan membuat siapapun yang berkunjung merasa nyaman dan tidak ingin meninggalkan nya.
Gemuruh aktivitas masyarakat dan teriakan supir angkutan kota memanggil-manggil calon penumpang, itulah sambutan yang terdengar saat saya dan seorang teman saya menginjakan kaki di pusat kota Mandiri. Teriknya matahari yang mencoba menjatuhkan semangat perjalanan kami, saya pun tak pantang menyerah untuk meneruskan perjalanan panjang dengan angkutan kota menuju Taman Rekreasi Selabintana, perjalanan yang menanjak tidak menjadikan sebuah problematis supir angkutan untuk mengantarkan penumpangnya hingga ke tujuan akhir yaitu taman rekreasi Selabintana. Pandangan gelak tawa dan canda anak-anak sekitar mewarnai perjalanan meletihkan itu. Rasa tak sabar pun semakin berkobar-kobar tatkala saya hampir sampai ke Taman Rekreasi Selabintana.
Akhirnya, perjalanan yang meletihkan itu terbayar dengan udara yang begitu sejuk dan sajian pohon tinggi di setiap sisi pintu masuk Taman Rekreasi Selabintana. Saya berjalan dengan penuh penasaran dengan segala keindahan yang dimikili taman wisata nan mempesona itu, sebelumnya saya menghampiri loket dan ketika itu kami langsung disambut dengan senyuman bersahabat oleh seorang penjaga loket, taman rekreasi itu sudah di padati pengunjung sejak jam 10 pagi. Dan dengan hanya membayar Rp 5000.- saja setiap pengunjung yang berjalan kaki sudah dapat berjalan-jalan di seluruh kawasan taman yang sangat memanjakan pengunjung nya dengan kesejukan udara yang masih natural. Ketika masuk kedalam kawasan taman saya pun langsung di manjakan dengan pemandangan bangunan Hotel Selabintana yang berdiri kokoh dengan warnanya yang begitu suci. Namun tak sampai 15 menit kami masuk ke dalam kawasan taman itu, cuaca yang sebelumnya terang-benderang dengan awan yang indah menghiasi langit biru, kini mulai berubah menjadi langit yang gelap karena munculnya awan hitam disertai suara cemeti malaikat yang sudah memperingati bahwa akan turun hujan, sesaat itu langit yang kelam mulai meneteskan rintik-rintik air sehingga saya pun berteduh di bangunan yang terlihat malang-melintang yang sepertinya bangunan yang sudah lama tak terpakai di belakang hotel. Hujan deras telah merubah panorama pepohonan menjadi tak begitu jelas terlihat akibat kabut-kabut yang menyelimuti kawasan taman, obroloan-obrolan yang menyanjung tentang ke indahan kawasan taman adalah cara saya untuk  menunggu hujan sampai mereda. Tak berapa lama hujan pun mereda dan kabut-kabut yang menyembunyikan keindahan panorama pepohonan dengan perlahan menghilang, saya pun bergegas melanjutkan perjalanan untuk sampai kepuncak taman tersebut, sekitar 30 meter dari tempat berteduh. Saya pun dikejutkan dengan pemandangan padang rumput luas yang dihiasi oleh barisan pohon pinus disisi padang rumput itu, dan tidak jauh dari padang rumput nan elok dipandang itu, terlihat sebuah pendopo tua yang dipenuhi oleh pengunjung juga para pedagang yang biasa terlihat ditempat-tempat wisata pada umum nya, saya pun menghampiri pendopo untuk beristirahat sejenak, kemudian terdengar suara tawa dan kebahagiaan para pengunjung yang menenteramkan hati, suasana yang riang dan cuaca yang semakin dingin membuat tubuh saya kaku kedinginan sehingga saya membeli satu cangkir teh panas untuk menghangatkan kembali tubuh saya.

Setelah beristirahat dan menikmati satu cangkir teh panas saya pun melanjutkan perjalanan hingga ke puncak taman wisata itu, perjalanan saya pun di iringi dengan hembusan angin yang menyejukkan kalbu serta pemandangan padang rumput dan pohon-pohon yang seperti menuntun semangat perjalanan saya agar mencapai ke puncak dengan segera, sekitar 100 meter dari pendopo saya pun sampai ke puncak Taman Rekreasi Selabintana. Dan sesampainya dipuncak taman, alangkah terkejut nya saya hingga tak bisa berkata-kata karena keindahan alam nan menakjubkan itu ternyata ada di Tanah Air tercinta kita yaitu Indonesia, ini adalah salah satu bukti nyata yang saya lihat bahwa Negara kita itu sangat kaya akan keindahan alamnya, dari puncak taman itu terlihat sangat jelas Gunung yang menjulang tinggi dengan dihiasi kebun teh yang membentang disetiap sisi lereng gunung nan mempesona. Tak ingin menyia-nyia kan kesempatan emas ini, saya langsung mengabadikan panorama yang sangat memanjakan mata yang melihatnya, dan setelah beberapa lama saya berada dan menikmati panorama hijau yang membentang dengan gunung yang tinggi menjulang dari puncak taman.
Saya pun penasaran dan bertanya kepada salah satu pengunjung tentang apa yang ia rasakan saat berada di taman rekreasi ini, ia menjawab dengan riang gembira jika tempat ini sangat mempesona dan membuat kenyamanan tersendiri karena menurutnya pengelolaan ditempat ini pun sangat terjaga keamanannya. Setelah bertanya dengan pengunjung, pandangan saya langsung tertuju pada seorang pedagang yang terlihat setia menunggu pembeli di area puncak taman, kemudian saya menghampiri nya untuk sedikit bertanya, ia adalah seorang pedagang bakso, dan sudah berjualan bakso selama 8 tahun, dengan adanya taman wisata ini membuat penghasilannya sedikit meningkat dibanding kan dengan hanya berjualan di sekolah-sekolah. Rasa kekaguman saya dengan taman yang sangat kaya akan ke indahan alamnya dan memiliki lingkungan yang sejuk, membuat saya penasaran juga tentang sedikit sejarah tentang terbentuk nya Taman Rekreasi Selabintana. Dan yang saya sedikit tahu sejarah singkat dari pihak pengelola taman tentang sejarah taman ini. Selabintana ini ternyata ditemukan oleh seorang berkebangsaan Belanda, bernama AAE Lenne (1853-1916) dan pada masa pemerintahan Belanda, Sukabumi di jadikan sebagai pusat perkantoran untuk mengurus perkebunan yang tersebar di beberapa tempat. Karena letak perkantoran nya yang sangat disukai oleh petinggi perusahaan perkebunan tersebut, maka Lenne sang pendiri mengubah perkantoran itu menjadi sebuah hotel yang bernama Hotel Selabintana, dan pada tahun 1924 Lenne mewariskan Hotel Selabintana kepada anaknya yang bernama GE Lene (1897 – 1976). GE Lene kemudian mengangkat Losbakker kebangsaan Belanda untuk mengelola Hotel Selabintana, dan berkat hasil pengelolaannya Bakker berhasil meninggkatkan kunjungan warga Belanda ke Selabintana. Selabintana yang dahulu di dirikan oleh kebangsaan Belanda kini sudah sepenuhnya dimiliki oleh Tanah Air tercinta, maka sudah seharuhnya kita memelihara dan melestarikan keindahan alam yang kita miliki.